WidiaAyu Pertiwi Hadi Cahyono
2015-52-076
Universitas EsaUnggul
Tokoh Inspirasi
Tokoh Inspirasi
Berikut adalah biografi
tokoh inspirasi saya:
Buku yang berjudul
"Mimpi Sejuta Dolar" itulah sebuah judul buku inspiratif dan motivatif
yang ditulis oleh Merry Riana seorang Entrepreneur wanita yang sukses di usia muda
ia juga Seorang Speaker, Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di Asia.
Merry Riana yang menjadi salah satu Enterpreneur dan Motivator wanita tersukses
ini berasal dari Indonesia, Ia dilahirkan di pada tanggal 29 Mei 1980 di
Jakarta, Merry Riana lahir dan tumbuh di Jakarta dalam sebuah keluarga sederhana.
Orangtua Merry adalah seorang pebisnisdan
ibu rumah tangga. Ia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara. Perjalanan hidup
Merry di Singapura berawal ketika terjadi kerusuhan besar di Jakarta tahun
1998. Cita-cita untuk kuliah di Jurusan Teknik Elektro Universitas Trisakti buyar karena
kejadian tersebut. Ia kemudian memilih kuliah di Singapura untuk menghindari hal-hal
yang tidak diinginkan. ayah Merry memutuskan untuk mengirim anaknya belajar di
luar negeri. Dan Singapura kala itu merupakan sebuah pilihan yang paling masuk akal
karena jaraknya yang relative dekat, lingkungan yang aman dan sistem pendidikannya
yang bagus.
Merry mulai belajar di
bangku kuliah di jurusan Electrical and Electronics Engineering (EEE) di
Nanyang Technological University (NTU) pada tahun 1998. Merry mengaku jurusan ini
menjadi jurusan paling masuk akal baginya saat itu. Merry bercita-cita menjadi seorang
insinyur. Cita-citanya tersebu tmungkin karena ingin membantu sang ayah dalam menjalankan
bisnis. Tanpa persiapan yang memadai untuk kuliah di luar negeri, Merry sempat gagal
dalam tes bahasa Inggris di Nanyang Technological University. Tanpa persiapan bekal
dana yang memadai pula, Merry meminjam dana dari PemerintahSingapura. Ia meminjam
dana beasiswa dari Bank Pemerintah Singapura sebesar $40.000 dan harus dilunasi
setelah ia lulus kuliah dan bekerja.
Dana tersebut sangatlah
minim, karena setelah dihitung-hitung ia hanya mengantungi $10 selama seminggu.Untuk
berhemat, Merry menyiasatinya dengan hanya makan mie instant di pagi hari,makan
siangdengan 2 lembar roti tanpa selai, ikut seminar dan perkumpulan di malam hari
demi makan gratis, bahkan untuk minumpun ia mengambil dari air keran/tap water
di kampusnya. Hal itu berlangsung hampir
setiap hari di tahun pertamanya kuliah. Kehidupan yang sangat memprihatinkan tersebut
mendorongnya untuk mencari penghasilan diluar. Dari mulai membagikan pamflet/brosur
di jalan,menjadi penjaga took bunga,dan menjadi pelayan Banquet di hotel.
Ketika menyadari hidupnya
tak berubah meski sudah memasuki tahun ke dua kuliah, Merry mulai membangun mimpi.
”Saya membuat resolusi ketika ulang tahun
ke-20. Saya harus punya kebebasan financial sebelum usia 30. Dengan kata lain,
harus jadi orang sukses. The lowest point in my life membuat saya ingin mewujudkan
mimpi tersebut,” ujar Merry.
Karena tak punya latar belakang
pendidikan dan pengalaman bisnis, Merry mengumpulkan informasi dengan mengikuti
berbagai seminar dan melibatkan diri dalam organisasi kemahasiswaan yang
berhubungan dengan dunia bisnis.
Tanpa pengalaman dan pengetahuan
bisnis yang memadai, Merry terjun kedalam dunia bisnis. Itu ia lakukan karena ia
mengetahui bahwa memiliki pekerjaan biasa tidak cukup untuk memenuhi impiannya untuk
sukses di usia 30 tahun. Ia mencoba berbagai peluang bisnis. Diapun mencoba peruntungan
dengan bisnis pembuatan skripsi,bisnis MLM
,mencoba bermain saham,yg semuanya berakhir dengan kegagalan. Merry juga mencoba
praktik dengan terjun ke multi level marketing meski akhirnya rugi 200 dollar.
Merry bahkan pernah kehilangan 10.000 dollar ketika memutar uangnya di bisnis saham.
Mentalnya sempat jatuh meski dalam kondisi tersebut masih bias menyelesaikan kuliahSayang,
Merry kehilangan semua investasinya dan terpuruk. Meski begitu, Merry kembali bangkit
dan berusaha keras untuk menjadi entrepreneur. Merry mulai berusaha dari awal dengan
belajar secara sungguh-sungguh tentang seluk beluk pasar. Setelah merasa siap,
ia pun memutuskan untuk menekuni industry perencanaan keuangan. Merry berpikir itulah
hal yang akan membuatnya mampu mewujudkan impiannya dalam waktu yang relative singkat.
Tamat kuliah, barulah Merry
mempersiapkan diri dengan matang. Belajar dari pengalaman para pengusaha sukses,
dia memulai dari sector penjualan di bidang jasa keuangan. Saat Merry memulai karier
sebagai seorang penasihat keuangan, ia harus bergulat dengan sejumlah tantangan
dan hambatan. Orang tuanya, dosen serta teman-temannya kurang setuju dengan keputusan
Merry tersebut. Merry saat itu belum memiliki kemampuan berbahasa Mandarin
padahal lebih dari separuh penduduk Singapura ialah etnis China. Sebagai seorang
pendatang asing di sana, pengalaman dan relasi Merry sangat terbatas. Namun,
satu alasan yang membuat Merry pantang menyerah ialah usianya yang masih muda dan
masih lajang sehingga ia merasa lebih bebas dan lebih berani mengambi lrisiko.
Tanpa merasa terlalu terbebani dengan kemungkinan gagal atau keharusan untuk berhasil,
Merry lebih memilih untuk memfokuskan diri pada pengalaman dan pelajaran yang
ia bias dapatkan selama fase-fase awal kariernya.
Tapi Merry
sudah membulatkan tekad. Ia bekerja 14 JAM DALAM SEHARI, berdiri di dekat stasiun
MRT & halte bus untuk menawarkan asuransi, bahkan ia bekerja sampai tengah malam
dan baru pulang jam 2 dinihari, belum lagi pendapatan yang tidak pasti membuatnya
terpaksa kembali berhema untuk mengatur kebutuhan sehari-hari.
Sampai akhirnya ia sukses
sebagai Financial Consultant yang menjual produk-produk keuangan dan perbankan seperti
asuransi,kartu kredit.deposito,tabungan,dll. Dalam enam bulan pertama karirnya
di Prudential, Merry berhasil melunasi utangnya sebesar 40 ribudolar Singapura.
Hingga tahun 2003, Merry dianugrahi Penghargaan Penasihat BaruTeratas yang
diidam-idamkan banyak orang yang menekuni profesi penasihat keuangan. Di tahun
2004, prestasi Merry yang cemerlang membuatnya dipromosikan sebagai manajer.
Merry lalu memulai bisnisnya sendiri setelah diangkat menjadi manajer. Ia mendirikan
MRO (Merry Riana Organization). Bersamatimnya di MRO, Merry memiliki program
pemberdayaan perempuan dan anak-anak muda. Anggota timnya di lembaga ini bahkan
tergolong muda, berusia 20-30 tahun. ”Saya ingin menampung orang muda yang
punya ambisi dan semangat seperti saya,” katanya.
Keinginannya untuk berbagi
ini tak hanya dilakukan di Singapura. Pada ulang tahunnya ke-30, Merry membuat resolusi
baru, yaitu member dampak positif pada satu
juta orang di Asia, terutama di tanah kelahirannya, Indonesia. Tahun 2005,
Merry menerima penghargaans ebagai penghargaan Top Agency of the Year dan penghargaan
Top Rookie Agency. Hingga kini Merry telah memotivasi dan melatih ribuan
professional dan eksekutif dalam bidang penjualan, motivasi dan pemasaran.
Dalam perusahaannya, Merry menaungi 40 penasihat keuangan, yang uniknya memiliki
usia yang masih belia (antara 21- 30 tahun).
Media-mediapun berbondong-bondong
member takan kisah suksesnya dan dengan segera Merry Riana dikenal sebagai seorang
entrepreneur wanita yang sukses dan menjadi Motivator untuk membagikan ilmu dan
kiat-kiat suksesnya agar setiap orang menjadi pribadi-pribadi yang
sukses.Kini,Merry Riana mempunyai mimpi untuk memberikan dampak positif bagi 1
juta orang di Asia,terutama di Indonesia. Salah satunya dengan meluncurkan buku
"MimpiSejutaDolar" yang sangat inspiratif dan diangkat kelayar lebar.
Merry menyatakan bahwa motivasinya
tidak hanya berasal dari keinginan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik pada
kedua orang tuanya tetapi juga dari ambisinya untuk membantu generasi muda lainnya
untuk melakukan hal serupa. Ia berharap para pemuda mampu memberikan kehidupan
yang lebi hbaik, tak hanya bagi diri mereka sendiri tetapi juga orang tua mereka
dan anggota keluarga mereka yang lain.
Buku" Mimpi SejutaDolar
" sendiri sudah menjadi National Bestseller hanya dalam waktu 1 bulan setelah
peluncurannya. Buku ini menarik perhatian public Singapura dan Asia Tenggara
karena menuliskan tentang prestasi Merry Riana menghasilkan S$ 1.000.000
padausia 26 tahun yang Awalnya, Merry Riana adalah mahasiswi Nanyang
Technological University yang berhutang sebanyak S$ 40.000. Profil kesuksesan
Merry Riana mulai dikenal setelah muncul di artikel The Strait Times pada tanggal
26 Januari 2007 yang berjudul "She's made her first million at just age
26" ("Ia mencapai satu juta dolar pertamanya di usia 26 tahun").
Merry Riana aktif sebagai pembicara di berbagai seminar, perusahaan, sekolahdan
media massa di Singapura dan beberapa negara di Asia Tenggara.
- Alasan
saya memilih Merry Riana sebagai tokoh inspirasi saya adalah karena dia
merupakan seorang motivator muda wanita No.1 tidak hanya di Indonesia tapi di
asia. Merry Riana adalah seorang kelahiran Indonesia. Saya sangat bangga kepada
beliau karena bisa membuat nama bangsa Indonesia menjadi dikenal lebih baik
dimata Negara lain. Cerita perjalanan Merry Riana juga membuat kita banyak
belajar apa arti hidup dan kerja keras yang tidak akan berakhir sia-sia jika
kita menjalankannya dengan sungguh-sungguh,niat,dan pantang menyerah walaupun
bisnisnya jatuh berkali-kali dia tetap tidak menyerah karena merasa diumurnya
yang masih muda tidak seharusnya dia menyerah begitu saja dengan cobaan seperti
itu dan dia memulainya dari bawah sekali hingga mencapai atas tapi tidaklah
berjalan mulus. Dengan dia bekerja sungguh-sungguh dan pantang menyerah itulah
yang membuat dia menjadi seseorang Merry Riana seperti sekarang ini dikenal
banyak orang dan bahkan menghasilkan 1 juta dollar di umur 26tahun. Merry Riana
juga mengeluarkan buku yang berisi perjalanan hidupnya yang berjudul
"mimpi satu juta dollar" dan bahkan juga dibuat untuk versi filmnya
karena banyak orang menyukai bukunya yang berisi kan banyak pelajaran untuk
hidup kita sekarang ini para penerus bangsa indonesia. Diumur yang masih sangat
muda seperti itu beliau sudah meraih segalanya yang diinginkannya dan menjadi
motivator bagi banyak orang di seluruh asia. Karena itu saya ingin seperti
beliau, sukses dan berguna bagi banyak orang diumur yang masih sangat muda dan
berbagi pengalaman saya untuk semua semua orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar